PUPUK GATARA >>, Hemat Biaya, Hasil Meningkat PENGGANTI PUPUK UREA / PUPUK KIMIA ..... Hubungi kami , 0855 101 4517 !

Selasa, 29 September 2009

Anggur (Vitis SP)




TEKNIK APLIKASI

Anggur merupakan tanaman tahunan yang hidup secara menjalar tumbuh baik pada dataran rendah dengan ketinggian 0-300 m dpl dengan iklim kering, syarat tanah yang baik untuk pertumbuhan anggur yakni tanah berpasir dan mengandung kapur dengan Ph 6-7.
Sistem pemupukan pada tanama anggur yaitu 2 minggu sebelum pemangkasan cabang buah dan setelah pembentukan buah kecil (pentil) dosis dengan menggunakan pupuk Gatara 10 kg per hektar/tahun.


Dosis normal pupuk yang biasa digunakan adalah 250 kg urea, 400kg SP, 300kg KCl. Dengan pencampuran pupuk organik GATARA hanya dibutuhkan 100 kg urea, 150 kg SP-36, 100 KCl dan 10 kg pupuk Gatara.





















Waktu pemupukan

Pupuk Gatara
(kg)

Urea
(kg)

SP-36
(kg)
KCL
(kg)
2 MG sebelum pemangkasan

5

50

100

50

Setelah pembentukan pentil buah

5

50



50


50

Cara Pengunaan :
Campurkan Pupuk organik Gatara dengan Urea, Taburkan/ditugal samping tanaman dengan jarak 5-7 cm

HTML clipboard Aplikasi pada tanaman Kentang.








Tanaman Kelapa Sawit (Elaeuis Guinensis)



TEKNIK APLIKASI

Pembibitan

  1. Pupuk yang diberikan kimia yang diberikan adalah urea dalam bentuk larutan dan pupuk majemuk (NPK)
  2. Dosis pupuk kimia dikurangi antara 30 % - 50 % dari dosis biasa
  3. Jumlah pemupukan pada masa pembibitan dilakukan sebanyak 7 x sampai dengan bibit siap tanam pada umur 8 – 14 bulan

Dosis dan teknis pemupukan :

















































Umur bibit

(MG ke )

Pupuk Kimia

Gatara

Teknik aplikasi

4-5

Urea 100 gr

GTR = 2 gr

Campurkan pupuk urea dengan pupuk gatara dan larutkan dengan air sebanyak 4 - 5 lt kemudian diaduk sampai rata, larutan tersebut di kocorkan disekitar bibit ( 4 - 5 lt larutan untuk 100 bibit)

6-7

s.d.a

s.d.a

s.d.a

8-16

NPK 15.15.6 (0,5gr)

GTR = 0,5 gr

campurkan kemudian ditabur kan sekitar bibit (1 gr campuran pupuk untuk 1 bibit)

17-20

NPK 12.12.17 (3 gr)

GTR = 2 gr

Campurkan kemudian ditaburkan disekitar bibit (5 gr campuran pupuk untuk 1 bibit). Pemupukan dilakukan dua kali

21-28

NPK 12.12.17 (4 gr)

GTR = 2 gr

Campurkan kemudian ditaburkan disekitar bibit (6 gr campuran pupuk untuk 1 bibit). Pemupukan dilakukan dua kali

29-40

NPK 12.12.17 (8 gr)

GTR = 2 gr

Campurkan kemudian ditaburkan disekitar bibit (10 gr campuran pupuk untuk 1 bibit). Pemupukan dilakukan dua kali

41-48

NPK 12.12.17 (8 gr)

GTR = 2 gr

Campurkan kemudian ditaburkan disekitar bibit (10 gr campuran pupuk untuk 1 bibit). Pemupukan dilakukan dua kali


Cara Pemupukan


  1. Pemupukan dilakukan dengan sistem tebar dan benam (pocket)
  2. Sistem tebar, pada tanaman muda pupuk ditebarkan di bokoran pada jarak 0,5 m hingga pinggir bokoran dan tanaman dewasa dengan jarak 1 – 2,4 m.
  3. Sistem pocket, diaplikasikan pada lahan tebing/lerengan, dan dengan jenis tanah berpasir. Teknik ini dilakukan dengan cara membenamkan pupuk pada 4 – 6 titik lubang yang kemudian ditutup dengan tanah
  4. Campurkan pupuk Gatara dengan urea/ZA/pupuk kimia lainnya sesuai standar dosis pada tabel dibawah

Tanaman Belum menghasilkan (TBM)

  1. Dosis dan teknik pemupukan berdasarkan umur tanaman dan jenis tanah kondisi tanaman penutup tanah dan visual tanaman
  2. Waktu pemupukan berdasarkan jadual dan umur tanaman
  3. Tempat penaburan dan sistem pencampuran pupuk harus tepat, karena ada beberapa pupuk yang tidak bisa dicampurkan

Seluruh tempat di bokoran dapat digunakan untuk apa saja kecuali Rock Phospate yang harus ditaburkan diluar bokoran, diatas penutup tanah.

Tabel 01 : Standar dosis pemupukan tanaman belum menghasilkan (TBM) pada tanah Gambut :





















































































































Umur

(bulan)


Dosis Pemupukan (gram/pohon)

Urea


Rock Phosphate

MOP/KCL

GATARA

Dolomite

HGF-B

CuSO4

0

-

-

-

-

-

-

25

3

50

100

100

20

50

-

-

6

75

75

125

20

50

-

-

9

75

100

125

20

75

25

-

12

100

150

150

20

75

-

-

16

125

150

150

20

100

25

-

20

150

150

175

20

125

-

-

24

175

150

175

20

150

25

-

28

175

225

225

20

175

25

-

32

225

225

250

20

175

-

-


Ket : umur tanaman setelah tanam dilapangan


Tabel 02 : Standar dosis pemupukan tanaman belum menghasilkan (TBM) pada tanah Mineral:





















































































































Umur

(bulan)

Dosis Pemupukan (gram/pohon)

Urea

TSP/SP-36

MOP/KCL

GATARA

kieserite

HGF-B

Rock Phosphate

0

-

-

-

20

-

-

250

1

75

-

-

20

-

-

-

3

125

50

75

20

50

-

-

5

125

50

75

20

50

25

-

8

125

100

175

20

75

-

-

12

250

100

175

20

125

15

-

20

250

100

250

20

250

-

-

24

250

100

375

20

250

25

-

28

375

150

500

20

375

-

-

32

375

150

500

20

375

-

-


Ket :

- umur tanaman setelah tanam dilapangan.

- Campurkan pupuk gatara dengan urea/ZA secara merata kemudian aplikasikan

Baca juga aplikasi mengenai tanaman cabai



Senin, 28 September 2009

Semangka (Citrullus Vulgaris Schard)


TEKNIK APLIKASI

Semangka merupakan famili cucurbitaceae yang tumbuh baik pada ketinggian 0-1000 m dpl dengan syarat tanah berkapur, mengandung banyak bahan organik dengan Ph rata-rata 5,5-6,5 dengan iklim relatif kering serta tidak berkabut, semangka banyak dikembangkan didaerah Indramayu, Cirebon, Madiun, Klaten, Madura dan Malang.


Sistem Pemupukan dengan Pupuk Gatara memerlukan dosis 10 kg dengan waktu pemberian 2 (dua) kali yakni umur 14 HST dan 21 HST, sedangkan dengan menggunakan teknik Mulsa pupuk organik GATARA hanya diberikan 1 kali yakni -3-0 HST diberikan dalam guludan mulsa secara ditebar disekitar lubang tanam dengan jarak 5-7 cm.

Dosis normal pupuk yang biasa digunakan adalah 100 kg urea, 200kg SP, 100kg KCl. Dengan pencampuran pupuk organik GATARA hanya dibutuhkan 100 kg urea, SP-36 70 kg, KCl 30 kg dan 10 kg pupuk organik GATARA




























Waktu pemupukan

Pupuk organik GATARA
(kg)

Urea
(kg)

SP-36
(kg)

KCl
(kg)

Pupuk ke I 14 HST

5

50

70

30

Pupuk ke II 21 HST

5

50



Cara Penggunaan :


Campurkan Pupuk organik Gatara dengan Urea, Taburkan/ditugal samping tanaman dengan jarak 5-7 cm


Informasi lain mengenai teknik aplikasi adalah untuk jenis tanaman Kacang Tanah



Minggu, 27 September 2009

Melon (Cucumis Melol)




TEKNIK APLIKASI

Melon merupakan famili cucurbitaceae yang bukan tanaman asli Indonesia, melon tumbuh baik pada ketinggian 300-1000 m dpl dengan jenis tanah andosol atau berpasir dengan Ph tanah sekitar 6-7, Dosis pupuk dengan menggunakan Pupuk Gatara adalah sebanyak 10 kg per hektar, dengan waktu pemberian 2 (dua) kali yakni pada umur 14 HST dan 30 HST yang diberikan disekitar tanaman dengan jarak 5-7 cm.
Dosis normal pupuk yang biasa digunakan adalah 200 kg urea, 200 SP, 100 KCl.

Dengan pencampuran pupuk organik GATARA hanya dibutuhkan 100 kg urea SP-36 70 kg, KCl 30 kg dan 10 kg pupuk Gatara.


























Waktu pemupukan

Pupuk GATARA

(kg)

Urea

(kg)

SP-36

(kg)

KCl

(kg)

Pupuk ke I 14 HST

5

50

70

30

Pupuk ke II 30 HST

5

50




Cara Penggunaan :

Campurkan Pupuk organik Gatara dengan Urea, Taburkan/ditugal samping tanaman dengan jarak 5-7 cm


Aplikasi terkait adalah mengenai aplikasi pada kedelai



Ketimun (Cucumis sativus)




TEKNIK APLIKASI

Ketimun merupakan tanaman yang langsung ditanam tanpa melalui persemaian, pemupukan pada tanaman ketimun dimulai pada umur 30 HST dengan pupuk organik Gatara sebanyak 10 kg per ha, pemberian pupuk ditebarkan/tugal disekitar tanaman dengan jarak 5 cm, sambil pemberian pupuk organik Gatara dilakukan pendangiran.


Dosis normal pupuk yang biasa digunakan adalah 100 kg urea, 200 SP, 100 KCl. Dengan pencampuran pupuk organik GATARA hanya dibutuhkan 30kg urea dan 10 kg pupuk organik GATARA,SP 36 70kg, KCL 30kg.






















Waktu pemupukan

Pupuk

GATARA

(kg)

Urea

(kg)

SP-36

(kg)

KCl

(kg)


Pupuk ke I 30 HST

10

30

70

30


Cara Penggunaan ;

Campurkan Pupuk organik Gatara dengan Urea, Taburkan/ditugal samping tanaman dengan jarak 5-7 cm


Informasi terkait adalah mengenai aplikasi pada cabai




Sabtu, 26 September 2009

Kubis & Bunga Kol (Lycopersicum Esculentum Mill)




TEKNIK APLIKASI

Kubis dan bunga kol merupakan tanaman yang tumbuh baik pada ketinggian 1000 – 3000 diatas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata – rata sekitar 20oC dan Ph 6-7, sedangkan syarat tanah untuk tanaman kubis dan bunga kol adalah tanah yang gembur serta mengandung bahan organik yang cukup. Pemberian pupuk kandang -5-3 HST dengan syarat pupuk kandang kering ditabur disekitar lubang tanam, pemberian pupuk organik Gatara yakni saat tanaman berumur 14 HST dan 30 HST, pemupukan diberikan secara ditabur/ditugal dengan jarak 5-7 cm dari tanaman.

Dosis normal pupuk yang biasa digunakan adalah 400 kg urea, 400 SP, 200 KCl dan 15 ton pupuk kandang, dengan pencampuran pupuk GATARA hanya dibutuhkan 150 kg urea, 4-7 ton pupuk kandang dan 10 kg pupuk organik GATARA
































Waktu pemupukan

Pupuk GATARA
(kg)

Urea
(kg)

SP-36
(kg)

KCl
(kg)

Pupuk Kandang
(kg)

Pupuk ke I 14 HST

5

100

150

70

4.000

Pupuk ke II 30 HST

5

50

-

-

-

Penggunaan :

Campurkan Pupuk organik Gatara dengan Urea, Taburkan pada larikan samping bibit dengan jarak 5-7 cm


Disarankan juga untuk melihat teknik aplikasi mengenai jagung disini !




Tomat (Lycopersicum Esculentum)






TEKNIK APLIKASI

Tomat merupakan tanaman yang peka terhadap tanah yang kekurangan zat-zat hara terutama unsur N, oleh karena itu penanaman tomat baik pada jenis tanah gembur sedikit mengandung pasir. Penggunan pupuk organik GATARA sangat tepat dalam pertanaman tomat, karena Pupuk organik GATARA dapat meningkatkan PH tanah dan pori-pori tanah.


Dosis normal pupuk yang biasa digunakan adalah 300 kg urea, 150kg SP, 150kg KCl dan 15 ton pupuk kandang, dengan pencampuran pupuk organik GATARA hanya dibutuhkan 100 kg urea, 50 kg SP-36, 50 kg KCl, 4-7 ton pupuk kandang dan 10 kg pupuk organik GATARA


Pola tanpa mulsa

Buat bedengan/guludan dengan lebar dan panjang tertentu, masukan pupuk kandang sebanyak 4-7 ton per ha -5 HST, syarat pupuk kandang kering dan sudah matang kemudian pupuk organik Gatara diberikan 2 kali yaitu pada umur tanaman 5-7 HST dan 30 HST dengan dosis total pupuk organik Gatara 10 kg, urea 100 kg, SP-36 50 kg, KCl 50 kg dicampur secara merata kemudian pupuk ditempatkan disamping tanaman dengan 5-7 cm


Pola Mulsa

Buat bedengan/guludan sebagai tempat media tanam, aplikasikan pupuk organik GATARA dengan dosis per ha 10 kg dicampurkan dengan urea 100 kg dan pupuk kandang per ha 4-7 ton pada guludan kemudian diaduk sampai rata, setelah rata dan kemudian guludan di tutup oleh mulsa, aplikasi ini dilakukan -5-3 HST, setelah ditutup oleh mulsa buat lubang tanam sebagai tempat bibit kemudian tutup oleh tanah











































Waktu pemupukan

Pupuk GATARA

(kg)

Urea

(kg)

SP-36

(kg)

KCl

(kg)

Pupuk Kandang

(kg)

(Pola Tanpa Mulsa)

Pupuk ke I 5-7 HST

5

50

50

50

4.000

Pupuk ke II 30 HST

5

50



-

Cara Penggunaan :


Campurkan Pupuk organik Gatara dengan Urea, Taburkan pada larikan samping bibit dengan jarak 5-7 cm

(Pola Mulsa)

Pupuk -3-5 HST

10

100

50

50

4.000

Cara Penggunaan :


Campurkan Pupuk organik Gatara dengan urea kemudian taburkan dan aduk rata kemudian mulsa ditutup, pemupukan -5-3 HST


Adapun teknik aplikasi untuk padi sawah tersedia pada halaman sebelumnya



Jumat, 25 September 2009

Kentang (Solanum Tuberosum)



TEKNIK APLIKASI :

Kentang merupakan komoditi baik ditanam diwilayah dengan ketinggian 1.000 – 2000 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu udara sekitar 20oC, dimana tanahnya gembur sedikit berpasir dengan ph rata-rata 5-5,5. Sistem penanaman kentang terdiri dari 2 (dua) sistem yakni dengan menggunakan pola mulsa dan tanpa mulsa, hal ini berhubungan dengan waktu dan cara pemberian pupuk.

Teknik pemupukan :

Kentang merupakan komoditi baik ditanam diwilayah dengan ketinggian 1.000 – 2000 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu udara sekitar 20oC, dimana tanahnya gembur sedikit berpasir dengan ph rata-rata 5-5,5. Sistem penanaman kentang terdiri dari 2 (dua) sistem yakni dengan menggunakan pola mulsa dan tanpa mulsa, hal ini berhubungan dengan waktu dan cara pemberian pupuk

Dosis pemupukan biasa pada komoditi Kentang adalah sekitar 300 kg urea, 300 kg SP dan pupuk kandang 25 ton, dengan penggunaan pupuk organik Gatara penggunaan pupuk kimia dan pupuk kandang dapat dikurangi sekitar 50% yakni dengan perbandingan sebesar 150 kg urea,SP 36 50kg, KCL 50kg, pupuk kandang 10 ton dan pupuk organik Gatara 10 kg.

Pola tanpa mulsa.

Buat larikan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan pupuk kandang dan bibit, dosis pupuk kandang per Ha adalah 10 ton, syarat pupuk kandang sudah matang dan kering (postal) setelah diberi pupuk kandang bibit disimpan pada larikan/lubang tanam, berikan pupuk organik GATARA sebanyak 10 kg yang dicampurkan Urea/NPK sebanyak 150kg pada kanan/kiri bibit dengan jarak 5 cm dan kemudian bibit dan pupuk ditutup oleh tanah dari samping kanan kiri bibit sehingga membentuk guludan kecil

Pola dengan Mulsa.

Buat guludan sebagai tempat media tanam, aplikasikan pupuk organik GATARA dengan dosis per ha 10 kg yang telah dicampurkan urea/NPK 150 kg dan pupuk kandang per ha 10 ton pada guludan kemudian diaduk sampai rata, setelah rata dan kemudian guludan di tutup oleh mulsa, aplikasi ini dilakukan -5-3 HST, setelah ditutup oleh mulsa buat lubang tanam sebagai tempat bibit kemudian tutup oleh tanah.


































Waktu pemupukan

Pupuk GATARA

(kg)

Urea

(kg)

SP-36

(kg)

KCl

(kg)

Pupuk Kandang

(kg)

Pola Tanpa Mulsa

Pupuk pada saat tanam


10


150


50


50


10.000

Cara Penggunaan :

Campurkan secara merata,kemudian taburkan pada larikan samping bibit dengan jarak 5-7 cm

Pola Mulsa

Pupuk -3-5 HST

10

150

50

50

10.000

Cara Penggunaan :

Campurkan secara merata kemudian mulsa ditutup, pemupukan -5-3 HST

Teknik aplikasi lain adalah teknik aplikasi pada Kacang Tanah (Arachis Hypogeael)

Kamis, 24 September 2009

Kacang Tanah (Arachis hypogeael )



TEKNIK APLIKASI :

Kentang merupakan komoditi baik ditanam diwilayah dengan ketinggian 1.000 – 2000 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu udara sekitar 20oC, dimana tanahnya gembur sedikit berpasir dengan ph rata-rata 5-5,5. Sistem penanaman kentang terdiri dari 2 (dua) sistem yakni dengan menggunakan pola mulsa dan tanpa mulsa, hal ini berhubungan dengan waktu dan cara pemberian pupuk.

Teknik pemupukan :

Kentang merupakan komoditi baik ditanam diwilayah dengan ketinggian 1.000 – 2000 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu udara sekitar 20oC, dimana tanahnya gembur sedikit berpasir dengan ph rata-rata 5-5,5. Sistem penanaman kentang terdiri dari 2 (dua) sistem yakni dengan menggunakan pola mulsa dan tanpa mulsa, hal ini berhubungan dengan waktu dan cara pemberian pupuk

Dosis pemupukan biasa pada komoditi Kentang adalah sekitar 300 kg urea, 300 kg SP dan pupuk kandang 25 ton, dengan penggunaan pupuk organik Gatara penggunaan pupuk kimia dan pupuk kandang dapat dikurangi sekitar 50% yakni dengan perbandingan sebesar 150 kg urea,SP 36 50kg, KCL 50kg, pupuk kandang 10 ton dan pupuk organik Gatara 10 kg.

Pola tanpa mulsa.

Buat larikan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan pupuk kandang dan bibit, dosis pupuk kandang per Ha adalah 10 ton, syarat pupuk kandang sudah matang dan kering (postal) setelah diberi pupuk kandang bibit disimpan pada larikan/lubang tanam, berikan pupuk organik GATARA sebanyak 10 kg yang dicampurkan Urea/NPK sebanyak 150kg pada kanan/kiri bibit dengan jarak 5 cm dan kemudian bibit dan pupuk ditutup oleh tanah dari samping kanan kiri bibit sehingga membentuk guludan kecil

Pola dengan Mulsa.

Buat guludan sebagai tempat media tanam, aplikasikan pupuk organik GATARA dengan dosis per ha 10 kg yang telah dicampurkan urea/NPK 150 kg dan pupuk kandang per ha 10 ton pada guludan kemudian diaduk sampai rata, setelah rata dan kemudian guludan di tutup oleh mulsa, aplikasi ini dilakukan -5-3 HST, setelah ditutup oleh mulsa buat lubang tanam sebagai tempat bibit kemudian tutup oleh tanah.































Waktu pemupukan

Pupuk GATARA

(kg)

Urea

(kg)

SP-36

(kg)

KCl

(kg)

Pupuk Kandang

(kg)

Pola Tanpa Mulsa

Pupuk pada saat tanam


10


150


50


50


10.000

Cara Penggunaan :

Campurkan secara merata,kemudian taburkan pada larikan samping bibit dengan jarak 5-7 cm

Pola Mulsa

Pupuk -3-5 HST

10

150

50

50

10.000

Cara Penggunaan :

Campurkan secara merata kemudian mulsa ditutup, pemupukan -5-3 HST


Teknik aplikasi lain adalah teknik aplikasi pada Kedelai (Glycine Max)



Rabu, 16 September 2009

Kedelai (Glycine Max)



TEKNIK APLIKASI

Kedelai merupakan tanaman yang mampu bersimbiosis dengan unsur nitrogen (N) pada saat 4 minggu setelah tanam, jadi pemupukan hanya dilakukan 1 (satu) kali saja, dosis normal pupuk kimia pada tanaman kedelai yakni 100kg Urea, 100kg SP dan 100kg KCl. Sedangkan dengan pupuk organik GATARA dosis penggunaan pupuk kimia terdapat pengurangan sampai 50-60 %

















Waktu pemupukan

Pupuk Gatara

(kg/ha)

PUPUK KIMIA (AN-ORGANIK)

Pupuk (pada saat tanam )

10

Kurangi Dosis dari biasanya sebanyak 50-60 %.


Cara penggunaan

Campurkan secara merata kemudian ditaburkan pada larikan/ditugal dengan jarak 5-7 cm


Teknik aplikasi lain adalah teknik aplikasi pada Jagung (Zea Mayz)


Selasa, 15 September 2009

Jagung (Zea Mayz)


JAGUNG
(Zea Mayz)

Jagung merupakan tanaman yang peka terhadap kekurangan unsur Nitrogen (N), pada kondisi normal untuk lahan seluas 1 hektar biasanya menggunakan pupuk urea 300kg, SP 200kg dan KCL 100kg serta pupuk kandang sebanyak 5.000 kg (5 ton).

Namun jika menggunakan pupuk GATARA maka penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi dosisnya sebanyak 50-60 % dari dosis biasanya, kemudian dicampurkan dengan pupuk Gatara sebanyak 6 – 10kg / hektar. Diberikan hanya 2 (dua) kali, yaitu pada saat tanam kemudian setelah tanam, yaitu :

Pola pencampuran pupuk Gatara dengan pupuk tunggal :



























Waktu pemupukan

Gatara

(kg)

Urea

(kg)


SP-36

(kg)


KCl

(kg)

Cara penggunaan

Pupuk ke I

saat tanam

3 – 5

50-75

50-75

50-75

Campurkan secara merata kemudian taburkan pada larikan/ditugal dengan jarak 5-7 cm

Pupuk ke II

Setelah tanam

3 – 5

50-75

0

0







Pola pencampuran pupuk Gatara dengan pupuk majemuk :





















Waktu pemupukan

Gatara

(kg)

Urea

(kg)

NPK 15.15.15 (kg)

Pupuk ke I

Saat tanam

3-5

100-150


Pupuk ke II

Setelah tanam

3-5


100-150


Artikel terkait adalah mengenai Padi




CABAI ( capsicum annuum )


TEKNIK APLIKASI :

Cabai merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sampai dengan 1 tahun lebih, akan tetapi masa produktif untuk pertanian petani rata –rata hanya sampai dengan 6 (enam) bulan saja, cabai dapat tumbuh didataran tinggi dan dataran rendah tergantung dari varietasnya.


Dosis normal pupuk yang biasa digunakan adalah 300 kg urea, 150 SP, 150 KCl dan 15 ton pupuk kandang, dengan pencampuran pupuk organik GATARA hanya dibutuhkan 150 kg urea, 4-7 ton pupuk kandang dan 10 kg pupuk organik GATARA

Pola tanpa mulsa

Buat bedengan/guludan dengan lebar dan panjang tertentu, masukan pupuk kandang sebanyak 4-7 ton per ha -5 HST, syarat pupuk kandang kering dan sudah matang kemudian pupuk organik Gatara diberikan 2 kali yaitu pada umur tanaman 5-7 HST dan 30 HST dengan dosis total pupuk organik Gatara 10 kg urea 100 kg, SP-36 75 kg 50 kg KCL dicampur secara merata kemudian pupuk ditempatkan disamping tanaman dengan 5-7 cm

Pola Mulsa

Buat bedengan/guludan sebagai tempat media tanam, aplikasikan pupuk organik GATARA dengan dosis per ha 10 kg dicampurkan dengan urea 100 kg dan pupuk kandang per ha 4-7 ton pada guludan kemudian diaduk sampai rata, setelah rata dan kemudian guludan di tutup oleh mulsa, aplikasi ini dilakukan -5-3 HST, setelah ditutup oleh mulsa buat lubang tanam sebagai tempat bibit kemudian tutup oleh tanah











































Waktu pemupukan

Pupuk GATARA

(kg)

Urea

(kg)

SP 36

(kg)

KCL

(kg)

Pupuk Kandang

(kg)


Pola Tanpa Mulsa)

Pupuk ke I 5-7 HST



5


50



75



50


4.000

Pupuk ke II 30 HST

5

50



-

Campurkan Pupuk organik Gatara dengan Urea, Taburkan pada larikan samping bibit dengan jarak 5-7 cm

Pola Dengan Mulsa


Pupuk -3-5 HST



10



100





4.000

Campurkan Pupuk organik Gatara dengan urea kemudian taburkan dan aduk rata kemudian mulsa ditutup, pemupukan -5-3 HST


Teknik aplikasi lain adalah teknik aplikasi pada Kentang (Solanum Tuberosum L)




Minggu, 13 September 2009

Padi Sawah (Oryza Sativa)

ntitled Document


PADI SAWAH
(Oryza Sativa)

Persiapan lahan:
  1. Waktu persiapan dan pengolahan lahan 3-4 minggu sebelum tanam.

  2. Lakukan pengolahan lahan yang meliputi pembajakan, garu dan perataan lahan sebanyak 2 (dua) kali.

  3. Setelah itu lahan digenangi selama 7 (tujuh) hari. Adapun kedalaman lapisan olah diusahakan tidak lebih dari 15-20 cm dengan tujuan untuk menyediakan media bagi tanaman dan berguna untuk membenamkan gulma secara sempurna.

Pemilihan dan perlakuan benih:

  1. Disarankan untuk menggunakan benih yang telah bersertifikat / berlabel biru.

  2. Pergunakan varietas yang tahan terhadap hama seperti wereng dan tungro.

  3. Sebelum disemai benih direndam terlebih dahulu dengan larutan garam (200 gram per liter air).

  4. Kemudian benih yang bagus agar ditiriskan kemudian dicuci dan direndam selama 24 jam, kemudian air rendaman diganti setiap 12 jam.

Penyemaian :
  1. Siapkan lahan untuk persemaian seluas kl.5% dari total luas lahan yang akan ditanami (1 ha lahan, luas lahan persemaian sekitar 500 m2)

  2. Lebar masing–masing bedengan persemaian sekitar 1 – 1,25m.

  3. Sebelum benih ditebar lahan persemaian diberi pupuk Gatara sebanyak 1 Ons/100 gram dicampur dengan Urea sebanyak 50%-60% dari dosis biasanya. Kemudian di taburkan secara merata pada area persemaian, air dipertahankan tergenang di sekitar bedengan hingga bibit siap dipindahkan.

  4. Setelah bibit memiliki 4 daun atau umur 3-4 minggu bibit siap dipindahkan (transplanting).

Penanaman:

  1. Kondisi lahan pada saat penanaman dalam keadaan macak-macak.

  2. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 25x25cm, 30x15cm atau jarak tanam jajar legowo 40x20x20cm.

  3. Bibit yang ditanam sebanyak 3 (tiga) batang kemudian setelah 3 (tiga) hari masukkan air kedalam lahan.

  4. Lakukan penyulaman setelah 7 hari setelah tanam (HST) atau apabila ada bibit yang mati.

Pemupukan dengan pupuk Gatara :

  1. Waktu aplikasi pemupukan sebanyak 2 (dua) kali, yaitu pada umur 7-14 HST (pemupukan pertama) dan 25-30 HST (pemupukan kedua).

  2. Campurkan pupuk Gatara dengan pupuk konvensional dengan dosis sebanyak 50%-60% dari dosis biasanya. Adapun dosis pupuk Gatara disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki yaitu sebanyak 6-10 kg per hektar atau kl. 1kg pupuk Gatara untuk luas lahan per 1.000m2

  3. Kemudian ditaburkan atau ditugal secara merata.

Pola pencampuran pupuk Gatara dengan pupuk tunggal:





















Waktu pemupukan

Gatara
(kg)

Urea
(kg)


SP-36
(kg)


KCL
(kg)

Cara penggunaan

Pupuk ke I
(7-14 HST)

3-5

50-75

50-75

50-75

Campurkan secara merata kemudian ditaburkan.

Pupuk ke II
(25-30HST)

3-5

50-75

0

0



Pola pencampuran pupuk Gatara dengan pupuk majemuk :



















Waktu pemupukan

Gatara
(kg)

Urea
(kg)

NPK 15.15.15 (kg)

Pupuk ke I
(7-14 HST)

3-5

100-150


Pupuk ke II
(25-30HST

3-5


100-150


Pemeliharaan&Pengendalian Hama Penyakit :




























FASE TANAMAN

PEMBERIAN AIR

Tanam – 3 HST

Kondisi lahan macak-macak

4 HST - 10 HST

Diairi setinggi 2-5cm

11 HST – menjelang berbunga

Air yang ada di lahan petakan dibiarkan mengering sendiri kl. Selama 5-6 hari, setelah kering,kemudian petakan diairi kembali setinggi 5 cm kemudian dibiarkan mengering sendiri

Fase berbunga – 10 HSP

Diairi terus menerus setinggi 5 cm

10 HSP – panen

Petakan dikeringkan



















Informasi lain baca artikel mengenai Kegunaan, Keunggulan serta Manfaat pupuk Gatara


Kandungan Komposisi Pupuk Gatara


Apa kandungan/komposisi yang ada pada pupuk gatara ?

Pupuk organik Gatara terbuat dari 2 (dua) bahan penting yakni, bahan mineral sebagai penyedia unsur hara alami dan ekstrak tanaman yang berfungsi sebagai penarik dan pengikat unsur hara serta perangsang aktifitas mikroorganisme.

Kandungan :
  1. Nitrogen dalam bentuk NH4, merupakan nitrogen organik yang mudah diserap oleh tanaman. Berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan vegetatif, proses fotosintetis dalam pembentuk hijau daun, secara kimiawi merupakan bahan penyusun asam amino, protein, proses pembelahan dan pembesaran sel tanaman. Bentuk nitrogen ini mempunyai sifat bergerak (mobile) yakni akan kembali ke tanah apabila jumlah kebutuhan unsur N oleh tanaman sudah cukup, sehingga tidak akan hilang secara menguap dan tercuci oleh air

  2. Posfat dalam bentuk P2O5, merupakan bentuk posfat alam yang siap dan mudah diserap oleh tanaman. Berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan akar, mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah serta sebagai bahan penyusun protein, membantu proses asimilasi dan pernapasan.

  3. Kalium yang berasal dari akstrak tanaman yang berfungsi memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah rontok, meningkatkan daya tahan penyakit dan kekeringan pada tanaman serta sebagai bahan pembentukan karbohidrat dan protein.

  4. Calsium yang berasal dari bahan mineral, berfungsi sebagai perangsang pembentukan bulu – bulu akar yang bertugas sebagai penyerap makanan dan air tanah, penetral senyawa – senyawa yang merugikan bagi tanaman.

  5. Magnesium alam yang berperan dalam transportasi posfat serta secara kimiawi sebagai pembentuk lemak dan karbohidrat bagi tanaman.

  6. Hara mikro dan hormon tumbuh lainnya yang berperan sebagai pelengkap dan perangsang pertumbuhan secara keseluruhan.

  7. Kandungan C/N rasio dan C – Organik yang seimbang dimana unsur C dikonversikan sebagai CO2 digunakan oleh mikroorganisme untuk ENERGI dalam aktifitas penguraian bahan organik tanah dan memfiksasi unsur hara, sedangkan N adalah protein yang digunakan sebagai makan mikroorganisme. Maka dengan demikian dapat meningkatkan dan memperbaiki struktur fisik tanah, biologi dan kimia tanah serta lingkungan.

Komposisi :







Parameter

Satuan

Hara Makro:

Nitrogen

Fosfor (P2O5)

Kalium (K2O)

Hara Mikro :

Besi (Fe)

Tembaga (Cu)

Mangan (Mn)

Seng (Zn)

Boron (B)

C – Organik

C/N Rasio

PH

E.Coli

Salmonella


2,70%

1,05%

1,07%


0,21%

18 ppm

262 ppm

119 ppm

11 ppm

15,08%

15

8

Negatif

Negatif




Informasi mengenai deskripsi dapat dibaca pada artikel Pupuk Gatara



Sabtu, 12 September 2009

Keunggulan serta Manfaat

Pupuk organik Gatara memiliki beberapa fungsi yakni :
  1. Sebagai pupuk organik dan pembenah tanah yang dapat memperbaiki sifat Fisik, kimia, dan biologi tanah serta lingkungan

  2. Sebagai pupuk dasar, menyediakan hara makro dan mikro secara tepat, cepat dan mudah diserap oleh tanaman sehingga dapat menekan pengaruh defisiensi hara

  3. Meningkatkan penyerapan dan menekan penggunaan pupuk anorganik (Urea, TSP, KCL dan NPK).


KEUNGGULAN :


  1. Pupuk organik Gatara mengandung Nitrogen dan Fosfat dalam bentuk NH4 dan P2O5 yang mudah diserap oleh tanaman dan tidak menimbulkan efek samping terhadap tanah.

  2. Pupuk organik Gatara mengandung Calsium (Ca) yang berfungsi sebagai imunisasi dan kesehatan tanaman secara keseluruhan mulai dari bulu akar sampai dengan buah/umbi, serta dapat meningkatkan Ph tanah.

  3. Memiliki Kapasitas Tukar Kation atau KTK yang cukup, sehingga dapat mengatur dan mempercepat penyerapan ion – ion mineral yang diperlukan tanaman pada area perakaran

  4. Kombinasi C/N Rasio dan C – Organik yang seimbang sehingga dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme tanah yang berfungsi untuk mengikat dan mengangkut unsur hara terhadap tanaman serta meningkatkan perbaikan struktur fisik tanah

  5. Mengurangi efek samping atas penggunaan pupuk anorganik seperti halnya Urea dimana kandungan Nitrogennya dalam berbentuk NO3 yang dapat mengakibatkan tanah menjadi asam dan menurunkan nilai C – Organik sehingga unsur hara yang berada disekitar tanaman sulit untuk diserap oleh tanaman

  6. Mudah dan Efisien, Dalam aplikasinya mudah dan jumlah tidak banyak sebagaimana umumnya pupuk organik

  7. Dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yakni Urea , TSP, KCL atau NPK sebesar 50 - 60 %

  8. Ramah Lingkungan, Tidak mengandung logam berat, asam organik bahan- bahan yang berbahaya dan beracun (B3)


MANFAAT :


    1. Merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya daun, batang, cabang dan anakan

    2. Memperbaiki sistem perakaran, merangsang pertumbuhan dan pembentukan bulu bulu akar yang berfungsi sebagai pengangkut air tanah dan unsur hara yang berada disekitar tanaman serta dapat mengurangi stres pada saat pindah tanam

    3. Mempercepat pembungaan, pembesaran buah, umbi, krop dan pemasakan biji

    4. Mencegah terjadinya rontok bunga dan buah pada masa generatif

    5. Mengikat dan meningkatkan penyerapan unsur hara

    6. Menambah daya tahan tanaman terhadap pengaruh buruk lingkungan serta hama penyakit

    7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen

Adapun untuk mengetahui kandungan & komposisi pupuk gatara baca artikel berikut ini !





Latar belakang pupuk organik


Overview :

Sejarah pupuk organik sudah dikenal lama oleh petani, bahkan petani hanya mengenal pupuk organik sebelum adanya Revolusi Hijau dalam sistem pertanian di Indonesia. Penggunaan pupuk anorganik memang sangat praktis, cepat tersedia dan mudah dalam aplikasinya, akan tetapi pengaruh dan efeknya secara tidak langsung terasa dengan makin menurunnya tingkat kesuburan dan menurunnya jumlah produksi, baik dilihat secara kualitas maupun kuantitas.

Berdasarkan penelitian mengindikasikan bahwa lahan pertanian di Indonesia sebagian besar produktifitasnya sudah menurun dan mengalami degradasi, baik secara fisik, kimia dan biologi tanah, ini terkait dengan tingkat kandungan C-Organik tanah yang hanya mencapai < 2 %, bahkan pada lahan sawah intensif rata -rata mencapai < 1 %, sedangkan lahan yang baik dan dikatakan dapat optimal dalam produktifitasnya memerlukan kandungan C – Organik minimal 2,5 %.

Kandungan C yang besar sangat diperlukan oleh jasad renik dan mikroorganisme tanah yang digunakan sebagai energi untuk memfiksasi dan mengurai kandungan hara yang ada di area pertanaman, baik dari udara maupun dari tanah itu sendiri. Pupuk Organik berperan sebagai pengikat butiran butiran primer menjadi butiran sekunder tanah sehingga menghasilkan struktur fisik tanah yang baik. Kondisi ini besar pengaruhnya terhadap porositas, penyimpanan dan penyediaan air, aerasi tanah dan suhu tanah.

Dalam permentan No.02/Pert/Hk.060/2/2006, tentang pupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki fisik, kimia dan biologi tanah.


Dengan latar belakang keadaan dan sistem budidaya pertanian di Indonesia saat ini, dimana disatu sisi negara kita adalah negara agraris yang kaya akan potensi pertanian tetapi disisi lain hanya memanfaatkan lahan sebagai tempat memproduksi dengan menggunakan bahan – bahan anorganik (kimia) yang bertujuan meningkatkan hasil produksi tanpa memperhatikan nilai – nilai sistem keseimbangan pengolahan dan pemeliharaan lahan itu sendiri, maka sebagai akibat dari sistem tersebut tingkat produktifitas dan kesuburan tanah semakin menurun.

Sistem pengelolaan hara terpadu atau yang dikenal dengan sistem LEISA (low external input and sustainable agriculture) memadukan kombinasi penggunaan pupuk anorganik dengan pupuk organik yang berlandaskan konsep good agricultural practices merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produktifitas lahan, kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.


Untuk melengkapi informasi mengenai pupuk organic, dapat di baca pada artikel mengenai pupuk gatara berikut !